Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit

Kebijakan baru untuk alat pembayaran  menggunakan kartu (APMK) sudah beberapa kali terbit pada tahun ini. Setelah kebijakan yang membatasi kepemilikan dan transaksi kartu kredit, BI kembali mengeluarkan kebijakan baru mengenai batas maksimum suku bunga kartu kredit.

Penetapan batas maksimum suku bungan Kartu Kredit yang wajib diterapkan oleh Penerbit Kartu Kredit, yaitu sebesar 2,95% per bulan atau 35,40% per tahun. Batas maksimum suku bunga Kartu Kredit tersebut berlaku baik untuk transaksi pembelanjaan maupun transaksi tarik tunai. Kebijakan tersebut berlaku efektif pada 1 Januari 2013.

Kebijakan baru tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bank Indonesia No.14/34/DASP tanggal 27 November 2012 perihal Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit. SE tersebut mengacu ke Peraturan Bank Indonesi (PBI)  Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012.

Surat Edaran Bank Indonesia ini diterbitkan untuk meningkatkan aspek perlindungan konsumen pengguna Kartu Kredit di Indonesia serta mendukung praktek pemberian Kartu Kredit yang lebih memperhatikan manajemen risiko pemberian kredit.  Bank Indonesia dapat mengubah batas maksimum suku bunga Kartu Kredit dengan mempertimbangkan, antara lain: (a) Indikator perekonomian seperti BI rate; (b) Struktur biaya Kartu Kredit yang meliputi biaya dana (cost of fund), biaya operasional dan pengelolaan risiko kredit oleh Penerbit (risk premium); dan/atau (c) Praktek suku bunga yang dikenakan oleh Penerbit.

Kebijakan baru tersebut cenderung memangkas keuntungan bank penerbit. Sampai akhir tahun 2012 jumlah bank yang menerbitkan kartu kredit sebanyak 20 bank. Sebelumnya, kebijakan pembatasan jumlah kartu dan batas maksimal transaksi kartu kredit sudah membuat pihak perbankan ketar-ketir karena rentetan kebijakan BI tersebut membuat bisnis kartu kredit makin tidak menarik.

Namun BI kelihatannya tidak menyurutkan langkahnya untuk menerapkan kebijakan ketat dalam bisnis kartu kredit. Menurut BI, suku bunga kartu kredit di Indonesia belum memperhatikan aspek perlindungan konsumen pengguna kartu kredit, serta belum mendukung praktek pemberian kartu kredit yang lebih memperhatikan manajemen risiko pemberian kredit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: