Sejarah Butta Salewangan : Karaeng Patanna Langkana

Karaeng Patanna Langkana adalah anak sulung dari tiga bersaudara dari Karaeng Loe ri Maros. Naik tahta mengantikan ayahandanya sebagai penguasa [karaeng] Maros IV (1538-1572 ).

Tiga bersaudara tersebut adalah, pertama Karaeng Patanna Langkana. Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk adalah, I Mappasomba. Nama kerajaan-Nya [Paddaenganna] adalah Daeng Nguraga. Yang kedua adalah Karaeng Barasa. Berikutnya yang ketiga adalah Tumamalianga ri Tallo. Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk, semoga saya tidak hancur adalah I Passileqba Tumamalianga ri Talloq. Dia menikah dengan Tunipasuruq yang berkuasa di Tallo, Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk, semoga saya tidak hancur, adalah Mangayoang Berang. Nama Pakkaraenganna sebelum dia menjadi penguasa adalah Karaeng Pasi. Tumamalianga ri Tallo inilah yang melahirkan Tumenanga ri Tallo, macang lambaraqna Gowa (harimau liar dari Gowa). Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk, I Mappatakangtana Nama kerajaan-Nya [Paddaenganna] adalah Daeng Paduduq. Setelah Karaeng Loe ri Maros meninggal, maka Karaeng Patanna Langkana menjadi penguasa di Maros. Dia disebut “Patanna Langkana” karena dia membangun sebuah istana dengan dua belas bagian pada pilar.

Karaeng Patanna Langkana berperang dengan Gowa, membantu Tallo [pada masa Karaeng Tumapakrisi Kallonna]. Pada waktu Tunipalangga Ulaweng menjadi Somba di Gowa. Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk, semoga saya tidak hancur, I Moriwogau. Nama kerajaan-Nya [Paddaenganna] adalah Daeng Bonto. Nama Pakkaraenganna sebelum ia menjadi penguasa adalah Karaeng Lakiung. Patanna Langkana membantu Somba Gowa menaklukkan Lengkese dan rakyat Polombangkeng. Ialah [Tunipalangga Ulaweng] yang pertama berperang melawan orang Bugis di Bampangang. Mengejar Suppa dan Lamuru sampai di Walanaya. Mereka menaklukkan penguasa wanita (datu bainea) bernama I Daengku dan pengikut-nya. Mereka menaklukkan Cenrana, Salomekko, Cina, Kacu, Patuku, Kalubimbing, Bulo-Bulo, Kajang, dan Lamatti. [Patanna Langkana] membantu Somba Gowa menaklukkan Samanggi, Cenrana, dan Bengo dan membuatnya menjadi pengikut Gowa (Palili Gowa). Dari Saumata dan Camba ganti rugi perang [bea perang] diambil, sebanyak lima Kati dan lima tahil emas. Karaeng Patanna Langkana ikut [menjadi pengikut Gowa] setelah [Tallo] ditaklukkan oleh Gowa. Itu pulalah yang menjadikan Tallo dan Gowa menjadi satu (Rua Karaeng na Se’re Ata).

Karaeng Patanna Langkana memiliki anak, Tunikakasang. Setelah meninggal Karaeng Patanna Langkana, kemudian disebut Tumenanga ri Buluqduaya. Selanjutnya sebagai pewaris takhta adalah Tunikakasang, sebagai penguasa [karaeng] Maros V. Nama pribadi-Nya, semoga saya tidak terkutuk, I Yunyi, Nama kerajaan-Nya [Paddaenganna] adalah Daeng Mangemba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: