Kesehatan Mental, Faedah Puasa

Berpuasa memberi manfaat sangat besar bagi tubuh dan jiwa manusia yang melaksanakannya. Manfaat secara fisik secara ilmiah sudah tidak asing lagi bagi kita. Namun manfaat secara mental dari segi medis tidak kalah besarnya. Terutama berkenaan dengan penyakit psikologis maupun fisiologis otak seperti alzheimer. Penyakit alzheimer merupakan penyakit yang disebabkan penurunan kerja otak dalam mengingat atau bisa disebut juga pikun.

John Ratery, pakar psikologi klinis dari Harvard University, menyebut menurunnya kerja otak dapat ditingkatkan kembali dengan pembatasan kalori yang masuk ke tubuh. Ini juga berlaku pada puasa ritual yang diajarkan agama termasuk Islam. Sebuah laporan penelitian tahun 2006 tentang fungsi otak manusia selama puasa Ramadhan menyebutkan bahwa melalui pencitraan magnetik resonansi fungsional, terbukti beberapa pria yang berpuasa menunjukkan peningkatan yang konsisten dan signifikan dari aktivitas dalam korteks otak yang merupakan jaringan syaraf yang berfungsi menjalankan tubuh manusia.

Penelitian lain menunjukkan hasil yang sama. Penelitian ini dilakukan Mark Mattson,Ph.D. Yang menyebut bagaimana pembatasan makanan secara signifikan dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti alzheimer atau parkinson. Dalam sebuah artikel tahun 2003, Mattson dkk. Melaporkan bahwa tikus yang tidak diberi makan setiap hari atau dibatasi untuk diet di 30 sampai 50 persen dari tingkat kalori normal menunjukkan mengalami penurunan denyut jantung dan tekanan darah,juga mengalami perbaikan otak. Mattson menunjukkan, pada manusia risiko alzheimer lebih besar dialami masyarakat Amerika dan Eropa karena mereka cenderung mengkonsumsi kalori lebih banyak. Smentara China dan Jepang memiliki risiko yang lebih kecil karena makan mereka lebih sedikit. Karena itulah, manusia lebih baik mengurangi pesta makanan dan mencoba beberapa waktu dalam kondisi lapar agar bisa sehat. Pembatasan makanan juga berguna untuk menyembuhkan penyakit syaraf lainnya.

EA Moras bercerita tentang seorang wanita penderita sakit mental selama delapan bulan yang berpuasa selama tujuh hari. Kondisinya membaik ke titik sembuh di minggu kelima setelah ia berpuasa. Ilmu kedokteran sendiri menghadapi keterbatasan luar biasa dalam hal penyembuhan otak karena organ otak sedemikian kompleks. Selain itu konsumsi obat dapat memiliki efek samping berbahaya pada keseimbangan otak. Karena itu puasa termasuk jalan menuju penyembuhan gangguan otak dan mental. Puasa juga mampu menurunkan kadar depresi dan memperpanjang usia. Para agamawan yang membatasi makanan hingga bertubuh kurus umumnya dapat berusia panjang. Inilah yang membuat Dr.Marc Hellerstein, seorang pakar endokrinologi, metabolisme, dan nutrisi dari Barkeley yang mempelajari puasa menyebut bahwa dalam puasa ada sesuatu yang ajaib. Puasa satu hari dalam seminggu saja memberi pengaruh yang sangat baik.

Bagi kaum muslim yang melakukan puasa dalam skala besar, sebulan dalam setahun, tentu memberikan faedah yang jauh lebih besar. Baik yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrawi. Tercermin dari adanya lailatul qadar dalam bulan berpuasa juga turunnya mukjizat Al-Qur’an terjadi juga pada bulan Ramadhan. Perintah puasa Ramadhan termaktub dengan jelas pada QS. Al-Baqarah [2]: 183 terjemahannya: “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Manfaat tersembunyi lainnya terletak dalam sahur sesuai sabda Rasulullah, Anas bin Malik r.a. berkata, “Nabi bersabda, ‘Makan sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: